19 Des 2009

Contoh laporan PSG/PRAKERIN

CONTOH LAPORAN PSG


PENGESAHAN PERUSAHAAN
NO :

Direksi PT. Semen Tonasa menerangkan bahwa :

Nama : MUHIDDIN
Nis : 06182
Jurusan : Akuntansi
Sekolah : SMK Negeri 1 Parepare

Yang bersangkutan adalah siswa SMK Negeri 1 Parepare yang telah melaksanakan Praktek Kerja Industri ( Prakerin ) di PT.Semen Tonasa (Persero), dari tanggal 5 Mei 2008 sampai dengan 31 Juli 2008 dan mengesahkan laporan seperti terlampir.

Biring Ere, 31 Juli 2008



Kepala Biro Diklat & PPTK Kasi perencanaan Diklat & PPTK



Ir. H. A. AMSIR P. MAKMUR ANWAR PALINDUNGI, S.Sos



Mengetahui,

PT. Semen Tonasa
An. Direksi



Drs. H. M. KASIM MA’MUN, MM
Kepala Dep. Sumber Daya Manusia




SMK Negeri 1 Parepare Muhiddin/06182/Akuntansi
ii
PT. Semen Tonasa Prakerin 2007 / 2008

PENGESAHAN SEKOLAH

Kepala SMK Negeri 1 Parepare denga ini menerangkan bahwa :

Nama : MUHIDDIN
Nis : 06182
Jurusan : Akuntansi
Sekolah : SMK Negeri 1 Parepare


Telah melaksanakan Prakerin di PT. Semen Tonasa (Persero) selama 3 (tiga) bulan mulai tanggal 5 mei 2008 sampai dengan 31 juli 2008.



Mengetahui,
Kepala SMK Negeri 1 Parepare



H. Abd. Rahim. S.Sos. M. Pd
NIP.



Menyetujui,
Ketua Jurusan & Pembimbing Sekolah



Drs. Muallim
NIP.







PENGESAHAN PEMBIMBING

Yang bertanda tangan di bawah ini, menerangkan bahwa :

Nama : MUHIDDIN
Nis : 06182
Jurusan : Akuntansi
Sekolah : SMK Negeri 1 Parepare

Telah melaksanakan Prakerin di PT. Semen Tonasa (Persero), departemen Akuntansi dan Keuangan, biro Pengolahan Piutang dan Asset, selama 3 (tiga) bulan terhitung mulai dari 5 mei 2008 sampai dengan 31 juli 2008 dan telah menyetujui seperti laporan yang terlampir.





Mengetahui,

Kasi.Penerimaan pembayaran Pembimbing Perusahaaan



Idayana SE Abdul Karim
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah kami panjatkan puji dan syukur kehadirat allah swt. Yang telah memberikan rahmat, inayah serta magfirah kepada kami sekalian sehingga kami dapat menyelesaikan pembukuan ini sebagai hasil laporan Praktek Kerja Industri (PERKERIN) yang bertempat di PT. Semen Tonasa.

laporan ini kami susun untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk mengikuti Ujian Nasional pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Parepare, adapun pelaksanaan prakerin bertempat di PT. Semen Tonasa selama 3 bulan. Suksesnya pembukuan hasil laporan ini berkat bimbingan dari semua pihak yang membantu kami selama Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) berjalan.

Maka dengan ini kami mengucapkan terima kasih kepada :

Kepala SMK Negeri 1 Parepare, bapak H. Abd. Rahim. S. Sos. M. pd yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan Prakerin.
Bapak Drs. Muallim selaku ketua jurusan akuntansi dan pembimbing yang telah mmberikan bimbingan kepada kami.
Bapak Drs. Hisbullah selaku ketua Prakerin yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengikuti Prakerin.
Bapak Abd. Karim dan Bapak Ambo Rappe selaku pembimbing kantor yang telah banyak membimbing kami selama Prakerin di PT. Semen Tonasa.

Akhir kata kami ucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah berusaha membantu dalam penyusunan laporan ini, dan kami berharap semoga laporan ini dapat berguna khususnya bagi adik-adik kelas kami dan masyarakat pada umumnya.


Kami memilih judul “Register penerimaan pembayaran (payment receipt register)”. Semoga bimbingan dan kebaikan yang telah diberikan kepada kami akan mendapatkan ridho dari Allah swt…Amin..! dan kami berharap laporan ini dapat bermanfaat begi kami semua dan umumnya bagi rekan-rekan yang memerlukan.


Biring ere, 31 juli 2008


Penyusun






BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Peraktek Kerja Industri ( PERAKERIN )

Peraktek kerja industri ( Perakerin ) adalah salah satu program yang ada di SMK dan merupakan kegiatan yang mengutamakan keahlian dan keterampilan pada siswa-siswi. Pelaksanaan Peraktek Kerja Industri ( Prakerin ) adalah sebagai perwujudan kebijakan “linkmact” pada umumnya dilaksanakan pada dua tempat yaitu di sekolah dan dunia usaha, perusahaan atau instasi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu siswa-siswi SMK agar mengetahuicara kerja atau menangani pekerjaan dengan baik.

Harapan utama dari Prakerin ini adalah agar siswa dapat mengetahui bagaimana keadaan dunia kerja dan Prakerin waib dilaksanakan oleh para siswa-siswi di SMK. Prakerin juga salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Nasional.

Pada setiap perusahaan di dalamnya memiliki orang-orang yang bekerja di dalamnya untuk menjalankan perusahaan. Salah satu diantaranya adalah departemen Akuntansi dan Keuangan dan departemen Treasury yang berfungsi mengolah piutang dan asset perusahaan dan mengolah perhitungan pajak serta mengolah asuransi-asuransi perusahaan.

Yang utama dibahas dalam laporan ini yang utama adalah biro pengolahan dana dan pajak, ini adalah salah satu Biro dalam departemen Traesury yang mengolah pajak, penerimaan dan receipt register (pembayaran piutang). Di dalam biro tersebut ada dua seksi, salah satunya yaitu seksi penerimaan dan akan dijelaskan pada bab berikutnya.

Oleh karena itu kami memilih judul. “register penerimaan pembayaran” yang disusun dalam laporan ini.

1.2 Tujuan Peraktik Kerja Industri (Prakerin)
Adapun tujuan Peraktik Kerja Industri (Prakerin) ialah sebagai berikut :
a) Mengembangkan pengetahuan, sikap dan kemampuan serta menambah wawasan siswa-siswi yang berkaitan dengan pelajaran yang telah diterima di sekolah.
b) Melatih kerja dan pengamatan teknik-teknik yang diterapkan di tempat Peraktek Kerja Industri (Prakerin) sesuai di bidang keahlian yang dimiliki.
c) Membekali siswa-siswi dengan pengalaman yang sebenarnya dalam dunia kerja serta meningkatakn episiensi proses pendidikan dan pelatihan kerja yang berkualitas dan professional.
d) Untuk menerapkan ilmu-ilmu yang telah didapatkan di sekolah.
e) Untuk mencari pengalaman dalam Prakerin di dunai usaha/industri.
f) Meningkatkan dan memperluas proses penyerapan globalisasi.
g) Untuk mencari keselarasan ilmu yang telah didapat di sekolah dengan kenyataan yang ada pada dunia usaha/industri.

1.3 Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat diguakan untuk mengumpulkan data. “cara” menunjuk pada sesuatu yang abstrak yang tidak dapat ditunjukkan secara kasat mata teapi hanya dapat diperlihatkan pengunaannya.
Beberapa metode yang kami lakukan dalam mengumpulkan data yang kami perlukan, diantaranya :

1. Interview
Metode ini dilakukan dengan bertanya langsung kepada karyawan/karyawati utamanya kepada pembimbing kami di kantor/yang ada di perusahaan tersebut.
2 Praktek
Dengan praktek, penulis dapat secara langsung melihat kenyaataan yang terjadi pada perusahaan sehingga dapat menarik suatu kesimpulan yang dibuat dalam bentuk laporan kegiatan.
3. Dokumentasi
Data dapat diperoleh dengan cara melihat langsung bukti-bukti atau dokumen-dokumen yang telah ada dan terjadi di perusahaan tersebut.
4. Observasi
Salah satu teknik mengumpulkan data adalah observasi yaitu melalui pengamatan atau penelitian terhadap situasi dan kondisi perusahaan.








BAB II

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN


A. Sejarah Singkat PT.Semen Tonasa

PT. Semen Tonasa adalah produsen semen terbesar di kawasan Timur Indonesia yang menempati lahan seluas 715 hektar di desa Biring Ere Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), 68 kilometer dari kota makassar. PT. Semen Tonasa yang memiliki kapasitas terpasang 3.480.000 metrik ton semen per tahun mempunyai 3 (tiga) unit pabrik yaitu Tonasa II, III, IV.

1. Pabrik Semen Tonasa unit I
Tonasa unit I didirikan berdasarkan Tap MPRS RI No. 11/MPRS/1960 Tanggal 6 Desember 1960 tentang pola pembangunan Nasional Semesta Berencana Tahapan 1961-1969.
Tonasa unit I mulai berproduksi semen pada tahun 1968 dengan kapasitas 120.000 metrik ton semen per tahun dengan proses basah (proses ini umpan balik kiln berupa luluhan/slurry dengan kadar air 25%-40%). Pabrik yang berlokasi di kelurahan Tonasa Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkajene Kepulauan ini sejak tahun 1984 dihentikan operasinya atas pertimbangan ekonomis.

2. Pabrik Semen Tonasa unit II
Tonasa unit II yang berlokasi di Biring Ere Kecamatan Bungoro kabupaten Pangkajene Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan sekitar 23 kilometer dari lokasi Tonasa unit I, Tonasa unit II didirikan berdasarkan kepada persetujuan

BAPPENAS : No. 023XC-LC/B.V.76
No. 028/D.I/IX/76


Tonasa unit II yang menggunakan proses kering (proses ini umpan balik kiln berupa tepung kering dengan kadar air 0.5 – 1 %) mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1980 dengan kapasitas terpasang 510.000 metrik ton per tahun. Program optimalisasi Tonasa unit II dirampungakn pada tahum 1991 secara swakelola dan berhasil meningkatkan kapasitas terpasang menjadi 590.000 metrik ton pertahun.

3. Pabrik Semen Tonasa unit III
Tonasa unit III yang berlokasi di tampat yang sama denga pabrik Semen Tonasa unit II dibangun berdasarkan persetujuan BAPPENAS : No. 32/XC-LC/B.B/1981
No. 2177/WK/10/1981
Tonasa unit III yang menggunakan proses kering mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1985 dengan kapasitas terpasang 590.000 metrik ton semen per tahun.

4. Pabrik Semen Tonasa unit IV
Tonasa unit IV didirikan berdasarkan SK Menteri Perindustrian No. 182/MPP.IX/1990 tanggal 2 oktober dan SSK Menteri Keuangan RI No. 154/MK.013/1990 tanggal 29 November 1990.
Tonasa unit IV dengan kapasitas terpasang 2.300.000 metrik ton per tahun dioperasikan secara komersial pada tahun 1 November 1996. pabrik yang menggunakan proses kering ini terletak di lokasi yang sama dengan Tonasa unit II dan Tonasa unit III.

5. Pengantongan Semen & BTG Power Plant
PT. Semen Tonasa memiliki 7 unit pengantongan semen yang berlokasi di makassar , palu, bitung, samarinda, banjarmasin, bali & ambon dengan kapasitas masing-masing 300.000 metrik ton semen per tahun kecuali makassar dan nail yang

berkapasitas 600.000 metrik ton semen par tahun dan palu yang berkapasitas175.000 metrik ton semen per tahun. PT. Semen Tonasa juga memiliki pembangkit listrik tenaga uap yaitu boiler turbin generator (BTG) power plant dengan kapasitas 2 X 25 MW yang berlokasi di biringkassi kabupaten pangkep sekitar 17 km dari lokasi pabrik Tonasa II, III, IV.

6. Pelabuhan Khusus Biringkassi
Pelabuhan biringkassi yang berjarak17 km dari lokasi pabrik dibangun sendiri oleh PT. Semen Tonasa. Pelabuhan ini berfungsi sebagai jaringan distribusi antara pulau maupun ekspor dan dapat disandari kapal dengan muatan di ats 17.500 ton.
Pelabuhan ini juga digunakan untuk bongkar muat barang-barang kebutuhan pabrik, seperti : batu bara, gypsum, slag, kertas kraft, suku cadang dan lain-lain. Untuk kelancaran operasi, pelabuhan ini dilengkapi dengan rambu-rambu laut dan mouringbuoy.
Pelabuhan biringkassi dilengkapi 5 unit packer dengan kapasitas masing-masing 100 ton per jam serta 7 unit ship loader, 4 unit digunakan untuk pengisian semen sak dengan kapasitas masing-masing 100 – 120 ton per jam, atau sekitar 4.000 ton per hari, 3 unit lainnya digunakan untuk pengisian semen curah dengan kapasitas masing-masing 500 ton per jam atau 6.000 ton per hari.
Panjang dermaga pelabuhan sekitar 2 km diukur dari garis pantai ke laut, sedangkan panjang dermaga untuk standar kapal adalah :

þ Dermaga I
Sebelah utara 429 m dengan kedalaman 10,5 m (LWL).
Sebelah selatan 445,50 m dengan kedalaman 7,5 m.
þ Dermaga II
Panjang dermaga adalah 65 m dengan kedalaman 5 m (LWL).



7. Konsolidasi dengan PT. Semen Gresik (Persero)
Sebelum konsolidasi dengan PT. Semen Gresik (Persero) Tbk pemegang saham PT. Semen Tonasa adalah pemerintah Republik Indonesia, konsolidasi dengan PT. Semen Gresik (Persero) Tbk dilaksanakan pada tanggal 15 september 1995 dan kemudian sesuai dengan keputusan RUPSLB pada tanggal 13 mei 1997, sebanyak 500 lembar saham portepel dijual kepada Koperasi Karyawan Semen Tonasa (KKST), sehingga pemegang saham PT. Semen Tonasa adalah PT.Semen Gresik (Persero) Tbk dengan 304 juta lembar saham dan Koperasi Karyawan Semen Tonasa (KKST) dengan 500 lembar saham.

B. Status Perusahaan

Pada awal berdirinya Pabrik Semen Tonasa I dalam masa kontruksi, perusahaan masih berstatus “proyek” di bawah naungan Departemen Perindustrian dan Pertambangan. Dengan selesainya proyek pembangunan pabrik PT. Semen Tonasa I, pada tanggal 2 November 1968, status perusahaan ditingkatkan menjadi status “pabrik” sampai dengan tahun 1971.
Pada tanggal 8 September 1971, pabrik PT. Semen Tonasa ditetapkan menjadi BUMN yang berbentuk “Perusahaan Umum” (Perum) berdasarkan PP No. 54 tahun 1971. pada tanggal 9 January 1975, perusahaan meningkat menjadi “perusahaan perseroan” (Persero) berdasarkan PP No. 1 tahun 1975 dan status Perseroan ini masih berlangsung hingga sekarang.

C. Pemantapan Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas adalah asset terpenting dan merupakan modal dasar Semen Tonasa untuk dapat bersaing pada masa mendatang menyongsong era pasar bebas. Untuk itu pembinaan karyawan melaluui pendidikan & pelatihan senantiasa terus digalakkan dan ditingkatkan. Disamping pembinaan

yang dilakukan secara “in house” Semen Tonasa juga aktif mengikutsertakan karyawannya untuk mengikuti diskusi, seminar, pendidikan, pelatihan, studi banding baik yang dilaksanakan di dalam maupun di luar negeri.
Sebagai upayah mewujudkan kesejahteraan karyawannya, Semen Tonasa telah menyiapkan beberapa fasilitas seperti rumah sakit, sekolah (dari taman kanak-kanak sampai tingkat SLTA), sarana peribadatan, sarana olahraga, koperasi, dan lain-lain. Fasilitas-fasilitas tersebut selain untuk karyawan juga terbuka untuk masyarakat disekitar pabrik.

D. Organisasi Perusahaan

Diakibatkan banyaknya yang diemban oleh PT. Semen Tonasa, maka diperlukan system organisasi kerja yang baik dan system menejeman yang dapat mengarahkan dan mengendalikan system organisasi kerja yang telah dibentuk.
Di samping itu, untuk menjamin kelancaran kerja suatu perusahaan, mutlak diperlukan adanya pembagian tugas, tangung jawab dan wewenang secara jelas dalam perusahaan. Pembagian ini diperoleh melalui struktur organisasi yang baik dalam suatu perusahaan, kesimpansiuran dalam melaksanakan pekerjaan, tanggung jawab serta wewenang masing-masing terbatas.
Untuk memenuhi syarat adanya pengawasan yang baik hendaknya struktur organisasi memisahkan fungsi-fungsi operasional, penyimpanan serta fungsi pencatatan. Pemisahan fungsi ini diharapkan dapat mencegah timbulnya kecurangan dalam perusahaan.
Jenis struktur organisasi PT. Semen Tonasa adalah gabungan dari struktur organisasi garis dan staf. Kekuasaan tertinggi terletak pada pemegang saham, yaitu PT. semen Gresik (Persero) Tbk, dan Koperasi Karyawan Semen Tonasa (KKST) yang membawahi dewan komisaris. Perusahaan dipimpin oleh direktur utama yang dibantu oleh empat orang direktur.

Struktur organisasi PT. Semen Tonasa digambarkan berdasarkan pimpinan tertinggi yang mengendalikan roda kegiatan dalam perusahaan tersebut. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada halaman lampiran, dimana tiap departemen pada struktur organisasi PT. Semen Tonasa masing-masing mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut :

1. Direktur Utama
Direktur utama mengemban tugas dalam memimpin, mengkordinasikan dan mengendalikan semua kegiatan pengelolaan yang telah ditetapkan dalam rangka pengembangan kemajuan yang meliputi semua bidang perusahaan. Dalam menjalankan tugasnya, Direktur Utama dibantu oleh empat orang direksi untuk mengurus kegiatan-kegiatan pada bidangnya masing-masing. Keempat Direksi tersebut yaitu :
1) Direktur Produksi.
2) Direktur Penelitian dan Pengembangan (Litbang).
3) Direktur Keuangan.
4) Direktur Pemasaran.

Disamping itu Direktur Utama mengawasi langsung kegiatan yang terjadi di Departemen Pengawasan Intern. Departemen ini dibantu oleh dua Biro, yaitu Biro Pengawasan Opeasional dan Biro Keuangan, serta dibantu oleh beberapa seksi.

2. Direktur Produksi
Direktur produksi bertugas membantu direktur utama dan mengawasi langsung kegiatan yang terjadi pada empat departemen yaitu :
a. Dep. Operasi Terak
Departemen ini melaksanakan tugasnya membawahi Biro Operasi B, Biro Pemeliharaan Mesin B, dan Biro Pemeliharaan Listrik dan Instrument B.

dimana ketiga Biro ini dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh beberapa seksi.
b. Dep. Produksi Semen
Departemen membawahi Biro Operasi C, Biro Pemeliharaan Mesin C, Biro Pemeliharaan Listrik dan Instrument C, serta dibantu oleh beberapa seksi.
c. Dep. Teknik dan Utilitas
Dalam melaksanakan tugasnya, departemen ini dibantu oleh Biro Bengkel, Biro Keselamatan Kerja, Biro Perencanaan Teknik dan Lingkungan serta Biro Energi, serta dibantu oleh beberapa seksi.
d. Dep. Produksi Bahan Baku
Departemen ini membawahi Biro Penambangan, Biro Pemeliharaan Alat Berat, Biro Operasi A, dan seperti departemen –departemen lainnya, departemen ini juga membawahi beberapa seksi dalam menjalankan tugasnya.

3. Direktur Penelitian dan Pengembangan (Litbang)

Direktur Penelitian dan Pengembangan bertugas membantu direktur utama dalam melaksanakan penelitian dan pengembangan sumber daya manusia. Direktur ini dibantu oleh tiga departemen, yaitu :

a. Dep. Litbang Manajemen
Departemen ini dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Biro Litbang system perusahaan dan manajemen, Biro Litbang pengembangan usaha, dan dibantu beberapa seksi.
b. Dep. Litbang Teknis
Departemen ini membawahi dua Biro dalam menjalankan tugasnya yaitu, Biro Litbang Teknis & QA, dan Biro Perencanaan Pengendalian Proses, serta dibantu oleh beberapa seksi.

c. Dep. Pengadaan dan Pengelolaan Persediaan
Dalam menjalankan tugasnya, departemen ini membawahi tiga Biro yaitu, Biro Pengadaan, Biro Gudang, Biro Pengadaan Jasa, serta membawahi bebrapa seksi.

4. Direktur Keuangan
Direktur keuangan bertugas membantu dan mengawasi langsung kegiatan yang terjadi pada tiga departemen yaitu :
a. Dep. Akuntansi
Departemen ini dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh Biro Akuntansi Keuangan, Biro Akuntansi Manajemen, serta dibantu oleh beberapa seksi.
b. Dep. Sumber Daya Manusia
Departemen ini membawahi Biro Kepegawaian, Biro Pembelajaran, dan Biro Pelayanan Kesehatan yang dibantu oleh beberapa seksi.
c. Dep. Treasury
Departemen ini merupakan departemen yang baru dibentuk membantu direktur keuangan. Departemen ini membawahi Biro Pengelolaan Dana dan Pajak, Biro Pengelolaan Utang-Piutang dan Asset, dan masing-masing dibantu oleh beberapa seksi, salah satunya seksi Perbendaharaan.

5. Direktur Pemasaran
Direktur Pemasaran bertugas membantu direktur utama dalam mengawasi secara langsungpada dua departemen yaitu :
a. Dep. Pemasaran
Departemen ini membawahi Biro Pemasaran wilayah I, Biro Pemasaran wilayah II, Biro Pemasaran wilayah III, Biro Perencanaan dan Administrasi Pemasaran dan dibantu oleh beberapa seksi.

b. Dep. Distribusi
Departemen ini membawahi Biro Distribusu I, Biro Distribusi II, dan Biro Perencanaan dan Pengendalian Semen dan Kantong, serta Biro Unit Pengantongan, dan dibantu oleh beberapa seksi.

E. Proses Produksi Semen

a. Bahan Baku Utama Pembuatan Semen

Sesuai dengan tujuan pendirian PT. Semen Tonasa bergerak dalam bidang usaha manufaktur, yaitu mengolah bahan (bahan baku) menjadi barang jadi berupa semen.
Pada dasarnya proses pembuatan semen terdiri dari proses penggilingan campuran bahan baku utama yaitu batu kapur, tanah liat, dan pasir silica.
Ø Batu Bakar
Batu kapur diperoleh dari lokasi yang telah dikuasai oleh perusahaan, terletak di area pabrik. Batu kapur merupakan komponen bahan baku utama industri semen (80 % dari seluruh kebutuhan baku).
Ø Tanah Liat
Tanah liat seperti halnya batu kapur, juga diperoleh di sekitar pabrik yang telah dikuasai perusahaan. Tanah liat merupakan komponen bahan bahan baku kedua setelah batu kapur (17 % dari seluruh kebutuhan bahan baku). Untuk jumlah pemakaian tersebut cadangan yang telah dikuasai oleh perusahaan yang beradda di sekitar lokasi pabrik mampu memenuhi kebutuhan pabrik Semen Tonasa unit II, III, dan IV untuk jangka waktu puluhan tahun.
Ø Pasir Silica
Pasir silica sebagai bahan baku untuk mengoreksi komposisi kikia tanah tanah liat, tersedia di sekitar lahan dekat pabrik unit I. jumlah pemakaian pasir silica 3 % dari kebutuhan bahan baku. Pasir silica juga tersedia cukup banyak di beberapa daerah yang dekat lokasi pabrik seperti kab pangkep, maros, sidrap, dan pinrang.
Ø Gypsum
Gypsum digunakan untuk mengendalikan kecepatan pengerasan semen, yang dalam pemakaiannya mengambil persi 4%- 5% berat yang dicampurdengan kelinker 95% - 96% pada penggilingan semen. Gypsum ini di peroleh dari dalam negeri, yaitu dari PT. Petrokimia Gresik dan impor dari Thailand, Australia, dan Filipina.

b. Penyiapan Bahan Baku

v Penembangan dan Pemecahan Batu Kapur
Penambangan batu kapur dilakukan dengan meledakkan batu kapur dengan bahan peledak. Hasil peledakan dimuat ke dump truck dengan menggunakan alat berat kemudian dipindahkan ke unit pemacahan batu kapur.
v Unit Pemecahan Batu Kapur
Dengan peralatan ini, batu kapur dipecahkan menjai bongkahan kecil maksimum 3 cm – 7 cm. hasil yang diperoleh di samping dalam gudang batu kapur.
v Penambangan Tanah Liat
Penambangan tanah liat dilakukan dengan menggunakan alat berat. Tanah liat diangkut dengan truk menuju unit pemecah tanak liat. Hasil yang diperoleh di samping dalam gudang tanah liat.



¤ Penambangan Pasir Silica
Penambangan pasir silica dilakukan dengan menggunakan alat berat. Hasilnya kemudian diangkut dengan dump truck dan di samping di tempat penimbunan pasir silica.

c. Proses Pembuatan Semen
F Quarry
Batu kapur di quarry diledakkan dengan bahan peledak. Dengan alat-alat berat, batu kapur dipilih yang berdiameter maksimum 170 cm, kemudian dimuat dan diangkut dengan mobil truk ke atas pemecahan.
F Crusher
Tanah liat hasil quarry dipecah oleh hummer crusher sehingga menjadi ukuran kecil dengan diameter maksimum 3 cm.
F Clay Pit
Tanah liat dari clay pit diambi dngan menggunakan alat-alat berat dan diangkut ke stirage hall (tempat pengumpulan).
F Clay Drayer
Clay yang berada di storage hall dikeringkan dalam clay drayer agar mendapat kadar air maksimum 1% dan dikumpulkan dalam silo.
F Pasir Silica
Pasir silica diambil dari deposit yang terdapat di daerah sul-sel atau juga sebagian didapatkan dikandungan clay dari clay pit.
F Raw Mill
Batu kapur, clay dan pasir silica bersama-sama digiling dalam raw mill, sampai menjadi tepung atau raw mill dan dimasukkan dalam silo. Dalam proses penggilingan tersebut selalu mendapat pengawasan dari laboratorium sehingga raw mill yang dihasilkan langsung siap baker.

F Klink / Tungku Putar
Raw mill dari silo diangkat ke link untuk dibaker dengan temperature 1350% - 1500% sehingga menghasilkan klinker.
F Finish Mill
Klinker bersama-sama gypsum (30%) digiling dalam finish mill menghasilkan semen.
d. Jenis Semen yang Diproduksi
adapun jenis-jenis semen yang diproduksi oleh PT. Semen Tonasa adalah sebagai berikut :
ΠSemen Portland Type I
Semen ini disebut juga Semen Portland Biasa (SPB) atau Ordinary Portland Cemen (OPC), yang digunakan untuk kontruksi yang memerlukan ketahanan terhadap sulfat dan paanas hidrasi, separti bendungan, dan bangunan di daerah yang bersifat asam.
� Semen Portland Type II
Semen jenis ini adalah semen yang ketahanan terhadap sulfat lebih baik dan panas hidrasinya lebih rendah disbanding dengan type I.
Ž Semen Portland Type V
Semen jenis ini merupakan jenis semen yang ketahanan terhadap sulfatnya lebih baik lagi dibanding dengan typeII, digunakan pada bangunan di laut, rawa, atau daerah berair lainnya.
� Semen Masonry Semen
Semen jenis ini dibuat untuk bangunan biasa yang tidak bertingkat, lebih cocok untuk bangunan rumah sederhana dan rumah sangat sederhana.
� Fly Ash Semen (Semen Abu Terbang)
Untuk semen jenis ini terbuat dengan lebih rapat, lebih kuat, lebih kedap air, tahan sulfat dan pengerutannya lebih rendah.


‘ Prima Mixed Cemen (PMC)
Semen campuran ini untuk penggunaan terutama pada pasangan batu merah, plesteran, dan kontruksi ringan.
’ Klinker
Klinker merupakan semen yang belum diproses akhir atau belum siap dipakai untuk bangunan namun sekarang dijual oleh PT. Semen Tonasa kepada para perusahaan semen lainnya, yang mana klinker ini memerlukan satu satu proses lagi sebelum masuk pengantongan dan dijual kepasaran umum.

F. Daerah Pemasaran

Wilayah pemasaran PT. Semen Tonasa, meliputi :

¤ Kalimantan seluruhnya
¤ Sulawesi seluruhnya
¤ Bali
¤ Nusa Tengara Barat
¤ Maluku
¤ Irian Jya
¤ Nusa Tenggara Timur
¤ DKI Jakarta
¤ Jawa Tengah






BAB II
GAMBRAN UMUM PERUSAHAAN

A. Tempat dan Waktu Pelaksanaa PSG

Sebelum melangkah lebih jauh berikut ini akan disebutkan Visi dan Misi serta Kebijakan Sistem Manajemen PT. Semen Tonasa yaitu :

MISI PERUSAHAAN
Menjadi perusahaan persemenan terkemuka di asia dengan tingkat efisiensi tinggi.

VISI PERUSAHAAN
- Meningkatkan nilai perusahaan sesuai keinginan stakeholder.
- Memproduksi semen untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan kualitas san harga bersaing serta penyerahan tepat waktu.
- Menggunakan teknologi yang lebih efisien, aman danramah lingkungan.
- Membangun lingkungan kerja yang mampu membangkitkan motivasi karyawan untuk bekerja secara professional.

KEBIJAKAN SISTEM MANAJEMEN PERUSAHAAN
- Mutu
Memproduksi terak dan semen sesuai standar mutu, harga bersaing dan penyerahan tepat waktu serta menghasilkan laba yang maksimal.
- Lingkungan
Mengndalikan dampak lingkungan yang ditimbulkan dari kegiatan oprasional maupun produk yang dihasilkan sesuai dengan ketentuan dan peraturan ligkungan yang berlaku melalui kegiatan meminimumkan dampak negatif lingkungan, meminimumkan buangan limbah, efisiensi pemakaian SDA dan energi, melaksanakan kegiatan konservasi lahan bekas tambang dan membina hubungan baik dengan stakeholder serta melakukan perbaikan secara terus

menerus guna menghasilkan kinerja lingkungan yang baik.
- Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Mencega tejadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dengan mengarahkan kegiatan operasi perusahaan pada kondisi dan tindakan aman.

Praktek kerja industri (Prakerin)/PSG dilaksanakan di PT. Semen Tonasa (Persero) yang terletak di kecamatan bungoro, kabupaten pangkajene kepulauan dan jalan Tonasa II. Tepatnya di seksi perbendaharaan bagian penerimaan yang berada di bawah koordinasi biro pengelolaan piutang dan asset, departemen treasury.

Prakerin/PSG ini dilakukan selama 3 (tiga) bulan, dimulai pada tanggal 5 mei 2008 – 31 juli 2008, dimana kegiatan ini dilakukan pada jam-jam kerja yang berlaku setiap harinya pada instansi atau perusahaan yang bersangkutan.

Adapun jam-jam kerja yang berlaku pada PT. Semen Tonasa adalah :

þ Hari Senin – Kamis : Pukul 07:30 – 12:00 wita
Pukul 12:00 – 13:00 wita (istirahat)
Pukul 13:00 – 16:30 wita (pulang)
þ Hari Jum’at : Pukul 07:30 – 12:00 wita
Pukul 12:00 – 13:30 wita
Pukul 13:30 – 17:00 wita
þ Hari Sabtu : Libur

B. Seksi Penerimaan Pembayaran
a. Tanggung jawab
£ Bertanggung jawab atas pelaksanaan kerja di lingkungan seksi penerimaan pembayaran.
£ Bertanggung jawab atas pembinaan dan pengembangan personil di lingkungan seksi penerimaan pembayaran.
£ Bertanggung jawab atas peralatan dan material di lingkungan seksi penerimaan pembayaran.

b. Wewenang
£ Memaraf : memo direksi, permintaan konsumsi, DPPB, bukti penerimaan dan pengeluaran Bank, laporan kegiatan Biro berhubungan dengan bidang tugasnya.
£ Menandatangani : WO, MR, SPI, kondite, surat izin cuti, laporan kegiatan Biro yang berhubungan dengan bidang tugasnya.

c. Tugas Pokok
£ Mengkordinir dan mengawsasi pelaksanaan program kerja seksi.
£ Memberikan bimbingan dan petunjuk kepada kepala-kepala urusan dalam melaksanakan tugasnya masing-masing.
£ Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk pengadministrasian penyimpana dan pengamanan.
£ Menerima dan menelita laporan piutang dagang dan laporan posisi kas bank.

Selain tugas yagn disebutkan di atas ada 2(dua) urusan yang menjadi tugas dan tanggung jawab yaitu :
1. Kas Tunai
§ Administrasi penerimaan pembayaran menerima bukti pendukung (BP) transaksi pembayaran uang dari pembayar urusan untuk kemudian dicocokkan dengan arsip bukti pendukung pada seksi penerimaan pembayaran
§ Mempersiapkan bukti penerimaan kas (BPK) rangkap 3.
§ Membubuhkan nomor register BPK dan selanjutnya diteruskan ke kasir bersama bukti-bukti pendukungnya.


§ Kasir menerima BPK rangkap 3 berikut BP dari urusan administrasi dan dari pembayar, kasir menerima uang sesuai dengan yang tertera pada BP.
§ Uang yang diterima dicocokan dengan dengan jumlah yang tercatat pada BPK, untuk selanjutnya BPk tersebut diparaf dan diserahkan ke seksi penerimaan pembayaran.
§ Menerima BPK dari kasir 3 rangkap, setelah dichek ulang BPK tersebut diparaf kemudian diajukan ke Biro keuangan untuk ditandatangani.
§ Setelah Biro Keuangan menandatangani BPK rangkap 3 tersebut, kemudian dikembalikan ke seksi penerimaan pembayaran, urusan administrasi menerima BPK 3 rangkap yang telah ditandatangani ole karo keuangan, kemudian didistribusikan sbb :
- Lembar pertama diserahkan kepada pembayar
- Lembar kedua beserta DP diserahkan ke seksi akuntansi umum
- Lembar ketiga untuk arsip seksi penerimaan pembayaran

2. Kas Bank (Trasfer)
§ Urusan administrasi menerima bukti-bukti pendukung (BP) transaksi pembayaran dari distributor untuk kemudian dicocokkan dengan arsip pendukung berupa rekening Koran pada seksi penerimaan pembayaran.
§ Mempersiapkan Bukti Penerimaan Kas (BPK) rangkap 3.
§ Membubuhkan nomor register BPK dan selanjutnya diteruskan ke kasir bersama bukti-bukti pendukungnya.
§ Kasir menerima BPK rangkap 3 berikut BP dari urusan administrasi dan dari pembayar, kasir menerima uang sesuai dengan yang tertera pada BP.
§ Uang yang diterima dicocokan dengan dengan jumlah yang tercatat pada BPK, untuk selanjutnya BPk tersebut diparaf dan diserahkan ke seksi penerimaan pembayaran.

§ Menerima BPK dari kasir 3 rangkap, setelah dichek ulang BPK tersebut diparaf kemudian diajukan ke Biro keuangan untuk ditandatangani.
§ Setelah Biro Keuangan menandatangani BPK rangkap 3 tersebut, kemudian dikembalikan ke seksi penerimaan pembayaran, urusan administrasi menerima BPK 3 rangkap yang telah ditandatangani ole karo keuangan, kemudian didistribusikan sbb :
- Lembar pertama diserahkan kepada pembayar
- Lembar kedua beserta DP diserahkan ke seksi akuntansi umum
- Lembar ketiga untuk arsip seksi penerimaan pembayaran





BAB IV

P E N U T U P

A. Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan pada bab-bab sebelumnya, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :

I. PT. Semen Tonasa adalah Badan Hukum Milik Negara (BUMN) yang didirikan pada tanggal 5 desember 1960 berdasarkan surat keputusan MPRS RI No. 2 / MPRS / 1960.
II. Jenis struktur yang digunakan adalah bentuk garis dan staf. Dimana perusahaan ini dipimpin oleh seorang direktur utama yang dibantu oleh empat direktur lainnya, kelima direksi tersebut mempunyai bawahan yang dapat membsntu dalam melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan.
III. Bahwa praktek kerja industri (Prakerin) yang penulis laksanakan sangat membantu siswa siswi yang nantinya terjun ke masyarakat unutk mengaplikasikan apa yang diperoleh di bangku sekolah maupun di instansi yang selama mengikuti praktek di instansi tersebut.
IV. Dengan adanya program pelaksanaan praktek kerja industri (Prakerin) penulis secara langsung membandingkan dan menyesuaiakanteori yang didapat di sekolah dengan praktek pada dunia usaha atau instansi.
V. PT. Semen Tonasa sebagai terbesar di kawasan timur Indonesia, telah memiliki system dan prosedur tata persuratan, prosedur kerja, prosedur system kearsipan dan lain-lain.
VI. Dalam mengadakan pembbenahan terhadap system PT. Semen Tonasa telah mengadakan system mutu ISO 9002.



B. Saran

Dengan selesainya laporan yang penulis buat sendiri, maka penulis memberikan sara-saran sedikit dengan harapan dapat menunjang era global dan kemajuan bagi semua pihak yang berkepentingan.

a. Bagi Perusahaan :
¥ Sebaiknya siswa-siswi yang melaksanakan praktek di beri dafar tugas sehingga siswa-siswi mengetahui yang akan dilakukan.
¥ Kepada bapak Direksi PT. Semen Tonasa beserta para stafnya kami harapkan kesediaannya rekan kami pada masa yang akan dating khususnya SMK Negeri 1 Parepare dan dari sekolah pada umumnya yang membutuhkan bimbingan praktek.

b. Bagi Sekolah :
¥ Agar meningkatkan hubungan kerja sama sekolah dengan PT. Semen Tonasa.
¥ Diharapkan kepada sekolah agar uang pembayaran praktek kerja industri ke PT. Semen Tonasa dikurangi/ditiadakan karena segala sesuatunya telah ditanggung oleh perusahaan sendiri.
¥ Diharapkan agar adik-adik yang melaksanakan praktek kerja industri supaya membina kerjasama yang baik antara karyawan-karyawati, maupun teman-teman yang sama-sama melaksanakan PSG.
¥ Dalam melaksanakan praktek kerja industri/PSG, hendaknya adik-adik memanfatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk membandingkan teori yang didapatkan di sekolah dengan praktek yang ada di perusahaan karena fasilitas yagn ada di perusahaan lebih lengkap.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar